Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Perkembangan Pembangunan Infrastruktur Indonesia

BKPM Undang Investor Inggris Untuk Tanamkan Modal Pada Infrastruktur Indonesia

BKPM kini kabarnya mengundang investor-investor Inggris untuk menginvestasikan atau menanamkan modalnya untuk sektor infrastruktur Indonesia lewat forum resmi Busines Infrastructure Investment-Opportunity Indonesia. Forum bisnis tersebut resmi digelar di KBRI, London yang bekerja sama dengan BKPM, UK ASEAN Business-Council, Allen and Overy dan Badan Pengusaha Daerah Tanjung Pinang serta dihadiri sebanyak 130 pengusaha dari Inggris untuk menginvestasikan modalnya demi mendorong infrastructure Indonesia. Thomas Lembong, selaku Kepala BKPM dijadwalkan sebagai pembicara utama dalam forum business tersebut. bahkan DBI (Duta Besar Indonesia) untuk Inggris serta Irlandia yakni Rizal Sukma sebagai pembuka dalam forum business tersebut. Thomas Lembong menjelaskan bahwa forum tersebut dihadiri oleh pengusaha-pengusaha terbaik Inggris dan Inggris menjadi negara yang terbesar ke-7 sebagai penanam modal infrastruktur Indonesia.

Disisi lain, negara Indonesia memang menjadi negara tujuan untuk penanaman modal Inggris paling terbesar diperiode 2011-2016 semester pertama. Penanaman modal Inggris tersebut sekitar US $4,5 milliar dengan jumlah proporsi untuk investasi yang berasal dari sektor farmasi dan kimia yang mencapai 55%, perkebunan dan tanaman pangan 12,5% serta industri makanan sekitar 19,6%. Thomas Lembong menambahkan, bahwa kunjungan Inggris ke Indonesia dilakukan untuk menyampaikan beragam perbaikan sistem pemerintahan Indonesia. Perbaikan tersebut diantaranya terkait masalah reformasi kebijakan perekonomian pemerintah Indonesia demi memperbaiki sistem investasi seperti PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), KLIK (Kemudahan Investasi Langsung-Kontruksi), insentive pajak, pelayanan investasi 3 jam, insentive pajak dan penyederhaan perizinan.

Turut disampaikan juga peluang investasi infrastruktur di Indonesia. Berdasarkan data BKPM, potensi Inggris dalam melakukan investasi ke Indonesia terbilang cukup besar. Sekarang ini, Indonesia telah menerima kurang lebihnya 1% dari jumlah investasi asing secara langsung ke penjuru dunia atau dengan presentase 23% dari jumlah investasi secara langsung dari Inggris menuju ASEAN. Dalam forum business tersebut, selain dari BKPM, Walikota kota Tanjung Pinang juga ikut mempromosikan banyaknya peluang investasi sektor infrastruktur di Tanjung Pinang. BKPM juga meyakini, jika Inggris menggelontorkan dana untuk investasi di sektor Infrastruktur maka perekonomian Indonesia dipastikan membaik.

lalu apakah dampak nya untuk rakyat? dan bagaimana perkembangan pembangunan infrastruktur di indonesia sekarang ini?

Dampak Pembangunan Infrastruktur Indonesia Terhadap Kesejahteraan Rakyat

perkembangan Infrastruktur Indonesia

Pembangunan Infrastruktur Memperlancar Ekonomi

Berdasarkan laporan data Logistic Performance Index tahun 2014 lalu menunjukan bahwa Indeks Infrastruktur Indonesia sangat jauh tertinggal dibandingkan negara di kawasan ASEAN dimana Indonesia hanya menempati peringkat 53. Negara jiran seperti Singapura saja menduduki peringkat 5, Malaysia peringkat 25, Thailand peringkat 35 dan Vietnam pada peringkat 48. Posisi Indonesia hanya sedikit lebih baik dari Filipina di peringkat 57, Kamboja pada peringkat 83 dan Myanmar berada di peringkat 145 dari 184 negara yang di survey dari seluruh dunia.

Menyikapi fakta tersebut, Presiden Joko Widodo yang naik jabatan di tahun yang sama melakukan perbaruan kebijakan dimana meningkatkan realisasi anggaran negara untuk sektor infrastruktur dari sebelumnya pada masa pemerintahan SBY hanya Rp 86 Trilliun di tahun 2010 silam menjadi Rp 189,7 Trilliun pada APBN tahun 2015 lalu, sedangkan pada APBN 2016, anggaran sektor Infrastruktur meningkat menjadi Rp 313,5 Trilliun dimana mendapat porsi 8 persen dari APBN.

Pemerintah sengaja mengenjot porsi anggaran untuk pembangunan Infrastruktur lebih besar mengingat posisi Indonesia yang “mulai” disalip oleh Vietnam dalam beberapa tahun terakhir ini. Minimnya Infrastruktur penunjang juga diyakini menjadi salah satu penyebab tersendatnya pembangunan dan laju perekonomian rakyat didaerah khususnya luar pulau jawa.

Untuk itulah prioritas utama pemerintah dibawah kepemimpinan presiden Joko Widodo berencana membangun infrastruktur berupa Jalan Tol Trans Sumatera hingga membangun jaringan kereta api di Sulawesi dan Kalimantan dimana memakai dana dari APBN periode 2016 – 2019.

Salah satu contoh kecil dari dampak minimnya Infrastruktur terhadap aktivitas ekonomi rakyat di daerah seperti distribusi hasil bumi menuju pelabuhan bisa memakan waktu lebih lama dimana hal tersebut bisa menurunkan kualitas hasil bumi sehingga secara langsung berpengaruh juga terhadap laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Selain itu fakta lain yang sedang terjadi dilapangan yakni Investor enggan menanamkan modalnya di suatu daerah dimana Infrastruktur yang minim seperti akses jalan yang terbatas membuat banyak investor yang sebelumnya berminat membuka bisnis di suatu daerah harus mengurungkan niatnya.

Dengan adanya pembangunan Infrastruktur di Indonesia yang berkelanjutan di masa pemerintah Presiden Joko Widodo maka diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi rakyat daerah luar pulau Jawa dan meningkatkan minat Investor menanamkan modalnya melalui BKPM dalam membuka bisnis dimana secara langsung bisa menyediakan lapangan pekerjaan buat masyarakat lokal sekaligus meningkatkan taraf hidup kearah yang lebih baik.

Share