Penyebab Produksi Keringat Berlebih

Penyebab Produksi Keringat Berlebih

Semua orang pasti berkeringat, namun tidak semua orang mengalami masalah bau badan. Bagi sebagian orang, masalah tersebut seakan selalu muncul meskipun sudah melakukan tindakan-tindakan untuk menghilangkan bau tak sedap tersebut dari tubuhnya. Hal ini disebabkan banyaknya produksi keringat yang melebihi normal. Akan tetapi menekan produksi keringat untuk mengurangi penyebab bau tidak sedap bukanlah hal yang mudah, perlu kesabaran dan pengobatan yang berlanjut agar tidak terganggu lagi dengan masalah tersebut.
Mengapa sebagian orang lebih mudah mengalami keringat berlebih dan bau badan dibandingkan sebagian orang lainnya? Hal itu dikarenakan ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan seserang lebih rentan mengalami masalah tersebut.

Berikut adalah penjelasannya:

1.Jenis kelamin. Umumnya pria berkeringat lebih banyak dari perempuan. Hal ini dikarenakan rata-rata tubuh pria lebih besar dari wanita sehingga permukaan kulitpun menjadi lebih luas dan keringat yang diproduksi lebih banyak. Selain itu, tak sedikit jumlah pria yang kurang memperhatikan kebersihan tubuh dan pakaiannya seperti mandi tidak teratur dan jarang mengganti baju. Hal ini mengakibatkan kuman yang berada di kulit tubuh semakin bertambah dan menimbulkan bau tubuh yang tidak sedap.

2. Berat badan berlebih. Memiliki berat badan diatas normal dapat menyebabkan produksi keringat menjadi berlebih karena tubuh mengeluarkan energi lebih dalam menopang berat tubuh. Pengeluaran energi yang lebih besar ini memicu peningkatan suhu internal di dalam tubuh dan sebagai kompensasinya produksi keringat ikut bertambah untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuh sehingga badan pun ber aroma tidak sedap.
Perempuan yang sudah memasuki masa menopause. Pada periode ini banyak perubahan yang terjadi pada tubuh perempuan sehingga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah keringat yang diproduksi.

3. Konsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan produksi keringat antara lain: obat-obat anti depresi (Bupropion hydrochloride, Clomipramine hydrochloride, Escitalopram oxalate, dll), Leuprolide acetate (yang digunakan untuk mematikan hormon tertentu pada pengobatan kanker), omega-3-acid ethyl esters (berfungsi untuk mengurangi jumlah lemak trigliserid dalam darah), Topiramate (digunakan untuk mengobati epilepsi), suplemen yang mengandung hormon tiroid, obat-obatan untuk meredakan demam, morfin, dan obat-obatan untuk mengobati gangguan mental.
Gula darah rendah. Keringat berlebih yang muncul saat terjadi penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemi) dapat diasosiasikan sebagai sinyal peringatan dari tubuh bahwa kadar gula darah mulai tidak stabil.

Baca Juga : Cara Mengatasi Alergi Kulit Dengan Tindakan Preventif

Share