Kenali Faktor Penyebab Bau Badan

Kenali Faktor Penyebab Bau Badan

Keringat dikeluarkan dari tubuh manusia melalui dua kelenjar, yaitu kelenjar keringat luar atau akrin dan kelenjar keringat dalam atau apokrin. Kelenjar akrin sudah bekerja sejak bayi, karena keringat yang dikeluarkan merupakan zat-zat kimia sisa metabolisme tubuh, bening dan tidak berbau. Berbeda dengan kelenjar apokrin, yang baru bekerja ketika seseorang sudah memasuki masa puber. Sebagian besar kelenjar ini berada di daerah ketiak dan dapat memicu timbulnya masalah bau badan.

Sebenarnya bau tidak sedap yang muncul dari tubuh manusia merupakan fenomena yang wajar terutama pada mereka yang sedang dan telah mengalami masa pubertas. Akan tetapi, bau badan menjadi bersifat patologis jika sudah berlebihan dan mengganggu kehidupan sehari-hari si penderita. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tubuh seseorang mengeluarkan bau tidak sedap, diantaranya:
• Bakteri. Keringat yang dikelurkan oleh kelenjar apocrine tidak mengeluarkan bau, namun keringat ini dapat mengundang bakteri terutama di daerah ketiak yang berupa lipatan kulit. Kelenjar ini juga mengeluarkan sedikit cairan berminyak, sehingga apabila bercampur dengan kaeringat dan bakteri maka akan menghasilkan bau badan.

• Makanan. Banyak mengonsumsi makanan dengan bau menyengat dapat berpengaruh terhadap semakin menyengatnya bau badan. Sebaiknya hindari konsumsi berlebihan terhadap makanan pedas, alkohol, bawang putih dan bawang bombay.

• Keringat yang berlebihan atau hiperhidrosis. Kondisi ini terjadi apabila kalenjar apokrin memproduksi keringat secara berlebihan sehingga menimbulkan kondisi lembab di ketiak, sehingga mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang juga berlebihan.

• Keturunan atau genetik. Berdasarkan penelitian, seseorang yang mengalami bau badan bisa disebabkan karena keturunan dari orang tua atau riwayat anggota keluarga lain yang juga mengalami hiperhidrosis atau masalah bakteri di kulit.

• Penyakit lain yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri yang berlebihan, diantaranya diabetes dan obesitas. Orang-orang yang menderita kedua gangguan tersebut lebih beresiko mengalami bau badan dibandingkan mereka yang tidak mengalami diabetes dan tidak obesitas.

• Menggunakan bahan baju yang salah. Apabila mengalami masalah keringat berlebih, sebaiknya gunakan baju berbahan cotton dan hindari bahan yang tidak menyerap keringat atau terlalu ketat.

• Merokok. Orang yang merokok memiliki kemungkinan yang lebih besar mengalami masalah bau badan dibandingkan non-perokok.

• Parfum. Menggunakan parfum yang salah dan menyemprotkannya pada ketiak yang berkeringat seringkali dapat memperparah bau yang tidak sedap.

Baca Juga : Tips Mencegah Bau Tak Sedap Pada Kaki 

Share